Minggu, 12 November 2017

Konfigurasi OwnClound di Web-Server Linux Debian 7


Konfigurasi OwnCloud di Web-Server Linux Debian 7


Konfigurasi ini hanya sebagai implemestasi untuk web-server, karena konfigurasi web server sudah saya jelaskan. Jadi disini saya asumsikan kita sudah mengkonfigurasi web-server. 

Langasung saja, berikut adalah langkah konfigurasinya ,
Langkah pertama yang harus diperhatikan yaitu file owncloud nya, disini saya akan menyalin file owncloud dari harddsik eksternal saya. Berikut langkahnya :

Siapkan harddisk eksterna pada komputer windows anda, lalu masuk ke debian di virtualbox. pada menu klik Perangkat, lalu pilih USB. Disini akan ada pilihan, pilih nama harddisk yang kita gunakan, jika memakai flashdisk pilih nama flashdisk yang kita gunakan. Jika berhasil, maka di debian akan terpasang harddisk kita tadi. Sebelum menyalin file owncloud di harddisk/flashdisk tadi, kita akan masuk ke folder /media terlebih dahulu.  

# cd /media

 Lalu buat folder dengan nama owncloud,  folder ini nanti akan menjadi tempat penyimpanan untuk isi harddisk/flashdisk tadi. Berikut perintahnya :

# mkdir owncloud 

Langkah berikutnya mount harddisk/flashdisk kita tadi ke folder /media/owncloud. Berikut perintahnya : 

# mount /dev/sdb1/  /media/owncloud/ 

Kemudian masuk ke folder owncloud : 

# cd /media/owncloud 

Posisi kita sekarang di  /media/owncloud. Didalam folder owncloud terdapat isi dari harddisk/flashdisk kita, salin file "owncloud 6.0.3" ke folder www di path /var/www. Berikut perintahnya : 

# cp "owncloud 6.0.3" /var/www/

 Setelah itu masuk ke folder /var/www/ : 

# cd /var/www/ Posisi sekarang ada di /var/www/

Alternatif lainnya untuk menyalin bisa menggunakan aplikasi "mc", install mc nya :

# apt-get install mc 

namun saya disini tidak menggunakannya. Untuk meilhat isi folder ketikan perintah "ls" atau "dir" (tanpa tanda kutip).

Sebelum itu pastikan kita sudah menginstall paket unzip nya, berikut cara installnya :

 Jangan lupa masukan CD1 debian 7 untuk menjalankan instalasi.

 # apt-get install unzip 

Jika sudah kita ekstraks file owncloud, seperti berikut : 

# unzip "owncloud 6.0.3" 

File owncloud sudah di ekstraks, sekarang ubah nama "owncloud 6.0.3" menjadi own.

 # mv "owncloud 6.0.3" own

 Sekarang masuk ke folder own itu. Seperti berikut : 

# cd own

 Didalam file own terdapat banyak file dan folder dari owncloud, langkah kita disisni yaitu mengaktifkan semua isi dari folder own, supaya dapat digunakan. Berikut perintahnya :

 # chmod 777 -R ../own/ 

Langkah selanjutnya, kita akan mengkonfigurasi pada folder /etc/apache2/sites-available, masuk kedalam folder itu :

 # cd  /etc/apache2/sites-available/ 

Posisi kita sekarang ada di /etc/apache2/sites-available. disana terdapat file default, copy file tersebut ke owncloud, berikut perintahnya :

 # cp default owncloud 

konfigurasi file owncloud :

 # nano owncloud 

Maka akan masuk ke jendela konfigurasi file owncloud. 




Konfigurasi menjadi seperti pada gambar diatas. Untuk ip address sesuaikan, domain juga sesuaikan. Untuk path disana saya menggunakannya di /var/www/own/, karena saya konfigurasi web owncloud path itu. Jangan lupa save dengan menekan tombol CTRL+X, Y, Enter.

Matikan file default : 

#a2dissite default

Hidupkan file owncloud :

#a2ensite owncloud 

Langkah terakhir restart konfigurasi apache2 nya.

# /etc/init.d/apache2 restart 

Konfigurasi sudah selesai, untuk mengecek apakah konfigurasi sudah selesai yaitu buka pada browser di pc client (PC Windows anda). Lalu ketik nama domain kita.  Berikut contoh konfigurasi yang saya buat :








Akan terdapat pengisian data pada owncloud, isi data sesuai dengan anda. 


Jika berhasil akan tampak seperti gambar dibawah ini :





Konfigurasi Owncloud di Web-Server sudah selesai, sekarang kita sudah bisa menggunakan web owncloud ini. 

Semoga bermanfaat :)

Konfigurasi DNS-Server Pada Linux Debian 7

Konfigurasi DNS - Server Pada Linux Debian 7


Langkah pertama masukan terlebih dahulu repository 1 dan 2 Linux Debian 7 nya. Karena kita menggunakan Virtualbox maka masukan CD Repository nya dengan cara klik Perangkat dan pilih Driver Optik, kemudian disana pilih CD Repository 1 dan 2. 


Berikut adalah perintah untuk menambahkan repository : 

# apt-cdrom ident

# apt-cdrom add 

# apt-get update

 Lakukan hal yang sama untuk CD Repository ke 2.  Jika sudah, lihat daftar repository dengan perintah seperti berikut : 

# nano /ect/apt/source.list 


Lihat gambar dibawah diatas, sudah terdapat 3 repository, repository ke 2 dan 3 adalah yang telah ditambahkan tadi.  Langkah berikutnya yaitu konfigurasi DNS, berikut adalah perintahnya: 

# apt-get install bind9 -y

 Perintah itu untuk menginstall paket DNS. Jika sudah terinstall paketnya, lakukan perintah seperti untuk konfigurasi DNS pada file named.conf , berikut perintahnya : 

nano /etc/bind/named.conf






Lihat gambar diatas. Lakukan konfigurasi pada barisan paling bawah. Sesuaikan domain dengan nama domain terserah anda. Jangan lupa save konfigurasi dengan menekan pada keyboard CTRL+X+Y, Enter.

 Langkah berikutnya salin (copy) file db.local ke db.dhika. dan db.127 ke db.192 .Berikut adalah perintahnya :

 # cp /etc/bind/db.local  /var/cache/bind/db.dhika

 # cp /etc/bind/db.127  /var/cache/bind/db.192

 Kemudian konfigurasi file db.dhika dan db.192. Berikut perintahnya :

 # nano /var/cache/bind/db.dhika





Ganti kata "localhost menjadi domain kita" dan untuk ip address ubah dengan ip address kita. Selanjutnya konfigurasi seperti gambar diatas. Jangan lupa save konfigurasi dengan menekan pada keyboard CTRL+X+Y, Enter. 

konfigurasi juga untuk file db.192 . Berikut perintahnya :


 #nano /var/cache/bind/db.192




Sama halnya seperti konfigurasi di db.dhika, ganti kata "localhost" menjadi nama domain kita, untuk ip address dimulai 3 oktet dari belakang. Jangan lupa save konfigurasi dengan menekan pada keyboard CTRL+X+Y, Enter. 

Langkah berikutnya restart konfigurasi, supaya konfigurasi bisa digunakan dan tidak hilang saat di hidupkan kembali. Berikut perintahnya :

 #  nano /etc/init.d/bind9 restart 





 Jika konfigurasi berhasil akan tampil OK seperti gambar diatas. 

Berikutnya konfigurasi dan tambahkan DNS kita pada file resolv.conf . Berikut perintahnya:

 # nano /etc/resolv.conf 






Tambahkan nameserver dan ip address kita. Jangan lupa save konfigurasi dengan menekan pada keyboard CTRL+X+Y, Enter. Langkah terakhir tinggal melakukan pengecekan, apakah DNS yang kita konfigurasi sudah benar atau belum, berikut perintahnya :

# nslookup dhika.com 

# nslookup 192.168.8.1 




Jika berhasil akan tampil seperti gambar diatas, jika ada kesalahan atau FAILED, cek kembali di konfigurasi sebelumnya. Konfigurasi DNS sudah selesai, sekarang domain sudah dapat digunakan.

 Cukup sekian pembahasan mengenai Konfigurasi DNS Pada Linux Debian 7 Server. Semoga bermanfaat 



Konfigurasi Web Server Pada Linux Debian 7

Konfigurasi Web Server Pada Linux Debian 7

Berikut cara konfigurasi Web-Server di Linux Debian 7 Server : Pertamakali pastikan CD instalasi Linux Debian 7 Server sudah terpasang dengan baik. Jika sudah berikut adalah perintah untuk konfigurasi Web-Server : 

Pertamakali pastikan CD instalasi Linux Debian 7 Server sudah terpasang dengan baik. Jika sudah berikut adalah perintah untuk konfigurasi Web-Server : 

# apt-get install apache2 php5 phpmyadmin mysql-server -y 

Setelah itu akan muncul popup untuk mengisis password untuk MySQL.


Pada gambar diatas dapat diisi password untuk MySQL user, dan gambar kedua untuk mengisi ulang kembali passwordnya.

Pilih "apache2" seperti pada gambar diatas. Pilih dengan menekan tombol spasi pada keyboard anda. 


Klik "Ya" pada konfigurasi database phpmyadmin. Lihat gambar diatas.




Masukan password untuk administrative user dan untuk phpmyadmin, dan konfirmasi password. Lihat gambar diatas. Langkah berikutnya adalah konfigurasi untuk menjalankan web-server, berikut adalah konfigurasinya : 

Masuk ke direktori /etc/apache2/sites-enable :

# cd  /etc/apache2/sites-enable 

Selanjutnya salin file 000-default ke web 

# cp  000-default web 

Konfigurasi file web seperti berikut : 

# nano web 




Lihat kedua gambar diatas, pada gambar kesatu itu tampilan pertamakali, lalu konfigurasi menjadi seperti pada gambar kedua.Ganti tanda bintang (*) menjadi Ip Address server. pada Document Root saya menambahkan direktori baru untuk web saya, yaitu :  /var/www/myweb/ . Untuk selebihnya llihat pada gambar diatas. Jangan lupa save dengan menekan tombol CTRL+X, Y, enter. 

Langkah berikutnya masuk ke direktori  /var/www/ untuk konfigurasi file index.
 # cd  /var/www/

 Buatlah direktory baru dengan nama "myweb" (tanpa tanda kutip), kenapa namanya harus myweb? Karena lokasi untuk menyimpan file web saya simpan di /var/www/myweb. Berikut perintah untuk membuat direktori baru dengan nama "myweb"

 # mkdir myweb
Jika sudah, masuk ke direktory myweb :

 # cd myweb

 Posisi kita sekarang berada di /var/www/myweb. Buat dan konfigurasi file dengan nama index.php disini, caranya seperti berikut :

# nano  index.php 






Disini kita ketik script php dan html untuk contoh web kita. Sebagai contohnya lihat pada gambar diatas.  Jangan lupa save dengan menekan tombol CTRL+X, Y, enter.

 Langkah selanjutnya yaitu me-restart konfigurasinya supaya dapat digunakan, berikut caranya: 

# /etc/init.d/apache2 restar

Jika konfigurasi sudah benar akan muncul pesan OK

Langkah terakhir yaitu pengecekan konfigurasi. Pastikan Server debian dengan client sudah terhubung dan dapat nge-Ping dari Client ke Server. Buka Web browser dan ketik nama domain servernya.




Jika berhasil akan tampil seperti gambar diatas. Konfigurasi Web-Server sudah selesai, Sekarang Web-Server sudah dapat digunakan. Cukup sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat :) 










Konfigurasi SSH-Server Pada Linux Debian 7

 Konfigurasi SSH-Server Pada Linux Debian 7

SSH (Secure Shell) adalah sebuah jaringan protocol kriptografi untuk komunikasi data yang aman, login antarmuka baris perintah, perintah eksekusi jarak jauh, dan layanan jaringan lainnya antara dua jaringan komputer. Ini terkoneksi, melalui saluran aman atau melalui jaringan tidak aman, server dan klien menjalankan server SSH dan SSH program klien secara masing-masing.

Berikut cara konfigurasi SSH-Server pada Linux debian 7 Server : Pertama, pastikan CD Debian 7 sudah terpasang, Jika sudah berikut adalah perintah untuk menginstall paket SSH pada linux debian 7 : 

Pertama, pastikan CD Debian 7 sudah terpasang, Jika sudah berikut adalah perintah untuk menginstall paket SSH pada linux debian 7 : 

#  apt-get install openssh-server

Maka SSH-Server sudah terpasang, sudah bisa digunakan, tetapi anda bisa merubah port ssh. Port default ssh yaitu 22. Untuk merubah port berikut perintahnya : 
# nano /etc/ssh/sshd_config 


Dapat dilihat pada baris perintah terdapat port 22, jika ingin merubah atau menambahkannya anda tinggal ubah atau tambahkan disana. Lihat gambar diatas. Berikutnya akan mencoba me-remote linux debian 7 menggunakan Putty di windows. Pastikan mode jaringan pada virtualbox adalah Host-Only Network. Dan mengkonfigurasi ip address pada ethernet virtualbox di windows dan sudah dapat terhubung dengan linux debian 7 server di virtualbox. 
 Buka aplikasi Putty di windows




Masukan ip address sesuai dengan ip address di server. Untuk port karena kita menggunakan port default ssh yaitu port 22. Lihat gambar diatas. 

Jika terdapat peringatan klik saja Yes





Login dengan root dan password



Mungkin cukup sekian yang dapat saya jelaskan mengenai Konfigurasi SSH-Server pada Linux Debian 7 Server. 
.










Kamis, 19 Oktober 2017

Konfigurasi IP Address Static Dan Dynamic Pada Linux Debian 7

Konfigurasi IP address Static dan Dynamic Pada Linux Debian 7

Disini saya akan membahas tentang konfigurasi Ip Address Static dan Dymanic pada linux debian 7
Disini akan menggunakan virtualbox dengan menggunakan jaringan bridge adaptor.
Berikut langkah-langkah konfigurasinya :
Langkah pertama atur mode jaringan di virtualbox diatur menjadi mode bridge adaptor dengan tersambung ke internet lihat gambar di bawah



Digambar diatas sudah saya atur dengan adaptor tersambung kedalam wireless.


Cek Ip address pada adaptor yang tersambung kedalam internet ,
Selanjutnya akan konfigurasi Ip address dengan cara mode static


Masuk kedalam linux debian 7 , lalu ketik perintah untuk masuk konfigurasi :
nano /etc/network/interfaces


Lalu tampilannya akan seperti pada tampilan di atas


Kemudian konfigurasi ip address seperti gambar diatas , masukan ip address sesuai dengan ip adress internet , contoh :
Ip adress 192.168.43.80
Netmask 255.255.255.0
Broadcast 192.168.43.255
Network 192.168.43.0
Gateway 192.168.43.1
Jangan lupa save konfigurasi dengan menekan tombol pada keyboard CTRL+X ,Y Enter


Cek ip adress yang sudah di konfirmasi dengan perintah : ifconfig
kemudian restart konfigurasi tersebut agar tersimpan dan dapat di gunakan , dengan cara seperti gambar di atas : /etc/init.d/networking  restart


Kemudian lalukan konfigurasi berikut agar server tersambung dengan ke ip atau dns dari internet
Dengan perintah : nano /etc/resolv.conf


Setelah itu tambahkan nameserver dan ip adressnya. Untuk lebih jelasnya lihat pada gambar diatas, lalu simpan kembali konfigurasi dengan menekan : CTRL+X, Y , Enter


Contoh pada gambar di atas yaitu mengecek dengan cara ping ke detik.com dan hasilnya akan seperti gambar diatas
Selanjutnya konfigurasi ip address secara dynamic (otomatis/DHCP) berikut langkah langkah


Ketik kembali sama halnya dengan konfigurasi ip address dengan mode static ,
Ketik perintahnya : nano /etc/network/interfaces


Konfigurasi ip address dynamic sama dengan halnya konfigurasi ip address static , hanya mengubah static menjadi dynamic.
Tanda pagar di depan script tersebut menjadi tidak aktif (hanya di anggap komentar saja)
Jangan lupa save konfigurasi dengan perintah : CTRL+X , Y , Enter


Restart kembali konfigurasi tersebut dengan perintah :
/etc/init.d/networking  restart


Cek ip address ketikan perintah : ifconfig



Untuk mengecek apakah konfigurasi tadi sudah benar kita bisa cek dengan melakukan PING
Ke situs google.com dan hasilnya akan seperti gambar di atas.

Cukup sekian pembahasan tentang mengenai konfigurasi Ip adress static dan dynamic pada linux debian 7.

Terimakasih 

Jenis - Jenis Mode Jaringan di Virtualbox

Jenis-jenis Mode Jaringan di VirtualBox

Disini akan di jelaskan tentang mode jaringan yang ada di aplikasi virtualbox.
Penjelasan mengenai aplikasi virtual box ada 4 (empat) mode jaringan pada
Virtualbox , diantaranya mode NAT , Bridge , Internal dan Host-only.Untuk
Lebih jelasnya akan di jelaskan di bawah berikut.

NAT (Network Address Translation)


NAT adalah sebuah tipe virtual network default di virtualbox, maksudnya adalah mode NAT akan secara otomatis menjadi tipe jaringan dari sebuah Virtual Machine yang baru. Fungsi NAT yaitu, dapat terhubung langsung ke OS host, dan memungkinkan bila OS host memiliki koneksi internet maka OS guest secara langsung akan mendapat koneksi internet tanpa harus melakukan settingan terlebih dahulu. Dan NAT juga bisa menghubungi atau ping ke OS host tetapi tidak sebaliknya.

Bridge Adapter


Bridge Adapter Dalam mode Bridged Adapter ini memungkinkan OS guest untuk merima data maupun mengirimkan data ke jaringan fisik. Jadi artinya OS guest dan OS host adalah dua computer berbeda yang terhubung ke dalam jaringan yang sama. Bila OS host memiliki lebih dari satu Ethernet maka kita harus memilih/menyetting ke jaringan mana virtual machine/OS guest akan disambungkan. Dan IP yang diberikan ke Vitual machine harus dari subnet yang sama dengan jaringan yang di pakai oleh OS host.


Internal Network

Internal Network atau dalam bahasa Indonesia (Jaringan Internal) adalah mode jaringan ini memungkinkan kita untuk membuat beberapa virtual machine/OS guest baru yang saling terhubung secara internal, dan pengertian secara internal ini maksudnya adalah sesama virtual machine yang tersambung/menggunakan suatu mode Internal Network sehingga bisa saling menghubungi satu sama lain melalu jaringan. Tapi mode jaringan ini sifatnya terisolasi dari dunia luar sehingga OS guest tidak dapat mengakses/menghubungi OS host dan demikian juga sebaliknya.

Host-Only Adapter


Host-Only Adapter Dalam mode Host-only adapter ini dapat di artikan atau dianggap sebagai gabungan dari mode Bridged dan mode Internal network. Dalam mode ini OS guest dapat mengakses OS host dan sebaliknya OS host juga dapat mengakes OS guest. OS host dan guest yang menggunakan mode jaringan host-only adapter secaralangsung mereka berdua akan berada dalam satu jaringan yang sama dengan menggunakan Ethernet berbasis software.


Mungkin cuman itu yang bisa sampaikan mengenai jenis jenis mode jaringan pada virtualbox.
Terimakasih .

Cara Installasi Linux Debian 7


Cara Linux  Installasi Debian 7




Berikut Langkah - langkah cara installasi Linux Debian 7 :





Ada beberapa opsi pilih saja opsi yang pertama





  
Pilih bahasa yang di gunakan pilih saja bahasa Indonesia




   Pilih negara , kawasan atau daerah , pilih saja indonesia



Jenis keyboard yang digunakan pilih , Inggris Amerika





Klik batal , pada jendela tersebut




Pilih opsi yang paling bawah, dan jangan lupa matikan adaptor terlebih dahulu pada pojok kanan bawah





Tentukan nama Host dan kata sandinya, ketik ulang kembali untuk verifikasi
 



Tentukan nama lengkap pengguna atau user






Tentukan nama untuk akun anda yang akan di gunakan pengguna, ketik ulang kembali kata sandi
Untuk verifikasi




Pilih zona waktu dengan waktu setempat



            
 Untuk metode partisi , pilih opsi yang pertama



Pilih hardisk yang akan di partisi



Tentukan pola partisi , lalu gunakan opsi yang pertama


Karena proses partisi otomatis , kemudian pilih opsi yang terakhir


Tentukan perubahan yang terjadi pada hardisk , pilih YA



Kemudian hanya menunggu proses installasi untuk selanjutnya



Pilih TIDAK pada peringatan tersebut


Lalu pilih TIDAK pada peringatan tersebut



Pemilihan software untuk di pasang , pilih opsi yang paling bawah , hilangkan tanda bintang pada kotak , kecuali kotak yang paling bawah


 Pilih Ya untuk mengatur Grub


 Lalu klik lanjutkan .


Proses installasi linux debian 7 telah selesai , kemudian pada untuk login dengan username
Ketik root , dan password yang sudah diatur pada saat proses installasi .


Terimakasih :)